Lari, lari, lari. Lari yang jauh Nara! Hanya ada satu kata di dalam kepala Nara ketika meninggalkan lorong menuju ruangan CEO Bee Start Entertainment. Tanpa banyak peduli dengan apa yang baru saja terjadi, Nara terus memacu langkah kakinya memasuki lift. Tangannya tergesa-gesa meraba tombol lift, memencet acak. Bahkan ia sendiri tidak tahu ingin turun di lantai berapa, yang ada di kepalanya hanya perintah untuk lari sejauh mungkin dari jangkauan Sean. Berengsek! Ingin sekali Nara memaki Sean dengan berbagai umpatan. Bahkan kalau perlu kaki dan tangannya juga ikut melayangkan pukulan maupun tendangan, Nara sangat ingin melakukannya saat ini. Kedongkolan dalam benaknya jadi pemicu Nara begitu ingin menghakimi Sean, walau pada kenyataannya yang ia lakukan malah melarikan diri alih-alih men

