Dua jam berlalu, Sean sudah berkeliling sepanjang jalan ibu kota. Namun, ia tak juga mendapatkan titik terang keberadaan Nara. Berkali-kali juga Sean mencoba menghubungi nomor Nara, tapi sialnya malah disambut suara mbak-mbak operator. Sepertinya Nara sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak bisa dihubungi, terutama oleh Sean. "Nara, kamu ke mana sih?" Sean begitu cemas, matanya terus menjelajah kanan kiri di sepanjang jalan yang dilalui. Tapi hasilnya tetap nihil. Ia berdecak, frustrasi tak bisa menemukan keberadaan Nara yang seakan ditelan bumi. "Nara, please pulang. Aku bisa jelasin semuanya. Semua cuma salah paham." Meski tahu percuma, Sean tetap mengirimkan voice note ke nomor Nara yang tidak aktif. "Ini semua salah paham, aku tidak menghamili wanita itu. Aku bisa jelasin siapa wan

