Klarifikasi

2079 Kata

Suara musik bergema nyaring, memekakkan telinga. Lampu kedap-kedip ala-ala disko menyilaukan mata di tengah-tengah ruangan temaram. Bau minuman laknat menguar, bercampur bau pizza dan mie instan. Mungkin hanya Nara yang menganggap kafe mewah sama seperti warkop. Bisa-bisanya ia request mie instan, di saat kafe itu menyediakan menu spagetti bolognese. "Udah kenyang?" tanya Anggun, ketika Nara selesai makan lalu merebahkan diri pada sandaran sofa. Matanya menerawang ke langit-langit ruangan, membuat Anggun mengernyitkan dahi. "Sekarang apa lagi?" Nara melirik Anggun sekilas, sebelum kembali memandangi langit-langit ruangan yang gelap. Lampu di ruangan itu sengaja dimatikan, hanya mengandalkan layar LCD besar yang menyala sebagai pencahayaan dan juga lampu ala disko yang entah mengapa terpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN