Sepanjang konferensi pers berlangsung, jantung Nara tak berhenti berdetak kencang. Rasanya seperti ditabuh genderang perang, menimbulkan kegugupan yang begitu kentara dari ekspresinya. Terlebih saat para wartawan terus melemparkan pertanyaan menjebak kepadanya. Beruntung baik Sean maupun Bara dan Bagas, ketiganya kompak membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan satu lagi yang membuat Nara mampu bertahan di hadapan banyaknya sorot kamera yang mengarah padanya, yaitu genggaman tangan Sean di bawah meja. Nara tak tahu apa maksud Sean melakukan itu, tapi yang Nara tahu genggaman Sean membuat hatinya menghangat dan membantunya tetap bertahan di sini. Karena rasanya Nara ingin lari saja saat pertanyaan-pertanyaan wartawan memburunya. Benar kata Bagas, para wartawan itu akan menyudut

