Jangan jauh-jauh

1975 Kata

Lima menit bukan waktu yang lama. Seharusnya Nara tahan bukan malah membuat kekacauan lewat suara perutnya. Alhasil ia harus menanggung malu luar biasa karena hal itu, Nara menutupi wajahnya saat Sean melepaskan pelukan dan memegang kedua bahunya dengan jarak yang masih dipertahankan sedekat mungkin. "Kamu lapar?" tanya Sean. Bukannya mengku, Nara masih sempat-sempatnya mengelak dengan geleng-geleng kepala. Sean mengernyit, kebingungan karena jelas-jelas ia mendengar suara perut Nara yang berbunyi seperti auman singa. "Kamu yakin? Kalau lapar, kita———" "Aku nggak lapar," sela Nara cepat. Masih betah menutupi wajahnya, karena wajahnya sekarang pasti kayak tomat rebus. Namun, siapa kira jika perut Nara akan memberontak atas kebohongan mulutnya barusan. Nara memejamkan mata, mengutuk per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN