42. Ketulusan Rex dan Alleia

1257 Kata

Alleia mengunci pintu kamarnya dengan cepat, tubuh gadis itu luruh ke lantai seraya menangis kencang. Alleia tidak bisa menahannya, Alleia menangis sembari meraung dengan keras. Alleia hanya butuh menumpahkan segala rasa sakit hatinya, gadis itu bahkan memukul-mukul dadaanya dengan kencang berharap kalau rasa sakit hatinya akan cepat hilang. Namun bukannya mereda, hatinya malah semakin sakit.  "Hiksss hiksss ... kenapa harus sesakit ini?" tanya Alleia menengadahkan kepalanya. Alleia ingin menutup mata dengan penghianatan yang dia dapatkan dengan bertubi-tubi. Alleia menangis makin kencang, ia tidak menghiraukan bila orang di luar sana akan mendengarnya.  Alleia ingin waktu cepat berlalu untuk menyembuhkan semua lukanya. Alleia percaya semua akan baik-baik saja dan keesokan harinya pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN