"Luciano!" teriak Armand, pada seorang pria yang menyambutnya di pekarangan sebuah rumah yang sangat luas. Rumah itu sendiri bernuansa khas pedesaan, namun layaknya rumah orang terkaya di kota ini. Dengan dinding batu, halaman besar, bahkan ada padang rumput dan istal kuda. Pria yang baru saja dipanggil Armand tadi melambaikan tangannya sembari tersenyum tipis. Kemudian pergi menghampiri sahabatnya itu yang datang bersama seorang wanita dan juga tangan kanannya. Sesekali, Luciano Falcone, penguasa wilayah Corleone itu—memberi isyarat kepada para bawahannya yang berjaga di sekeliling rumahnya. Seakan meminta mereka untuk bersiaga. "Mengapa lama sekali? Aku sudah menunggu kedatanganmu dari tadi," ujar pria ini sambil mengulurkan tangannya pada Armand. "Terima kasih." Armand menjabat erat

