Bab 19. Bruno Menghilang?

1112 Kata

"Nyonya, bolehkah saya masuk?" Tok! Tok! Siang hari, pintu kamar Victoria diketuk oleh Marco. Wanita ini menatap pintu yang tak pernah dikunci itu sesaat, sebelum akhirnya menjawab teriakan Marco tadi. "Masuklah!" Saat pria itu masuk ke dalam kamarnya untuk mengantarkan makan siangnya ... Victoria kembali melanjutkan ucapannya. "Walau kau memanggilku Nyonya, di sini aku tak lebih dari seorang tawanan. Kau bebas melakukan apapun tanpa perlu meminta izin dariku," ujarnya. Semalam, Marco tampak tak peduli padanya usai pertemuannya dengan Vladimir. Bahkan pria ini membiarkan Bruno mempermalukan dirinya. Tapi pagi ini, Marco tiba-tiba datang untuk mengantarkan obat oles untuk lebam dan luka yang terdapat di wajahnya. Tentu saja, pria ini melakukannya atas perintah Armand. Mungkin, Marc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN