27. Mulai Waspada!

1917 Kata

Arash duduk santai di sebuah sofa yang menghadap langsung pada gambar seseorang di hadapannya. Penuh oleh busur-busur kecil menancap di sana. Di tangannya, masih ada satu busur yang siap ia layangkan dan hap! Busur itu menancap tepat di tengah-tengah wajah tersebut. Arash tersenyum misterius melihat hasil karyanya yang dia anggap sempurna. Bukan, bukan hanya itu. Tapi rencananya kali ini juga akan sempurna mengingat usahanya untuk membuat Kennara luluh dan kembali padanya berhasil ia lakukan. Arash tidak sepenuhnya bohong. Delta memang penyebab adik perempuannya meninggal dan ia harus bertanggungjawab untuk itu, bukan? Jadi, Arash tidak merasa membual pada Kennara. Dan soal gadis itu, Arash kembali tersenyum memikirkan betapa mudahnya Kennara masuk dalam perangkapnya. Tentu saja, tujua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN