Hujan deras dan petir terus bersahutan menemani pagi yang sangat dingin. Sejak kemarin Kalinda hanya berdu dengan bibi karena Bagas pergi ke Bandung untuk menemui ibunya dn Keil pergi ke rumh neneknya. Sudah terbiasa bersama Kalinda menjadi sangat kesepian jika dua orang itu tidk ada di rumah karena yang memenuhi hari-harinya hanya merek saja. Saat sepi seperti ini tiba-tiba pikriannya mulai ngelantur kemana-mana terutama pikiran tentang nasib kedua orang tuanya yang jauh disana. Sudah beberapa hari ini juga hubungannya dengab sang kakak sedikit renggng karen kesibukannya sebagai guru dan ibu dari 3 anak. Bi Narmi tak henti-hentinya berusaha mengajak bercanda tapi lagi-lagi Kalinda hanya merasakan kehampaan karena yang dia inginkan hanya Bagas dan Keil. "Bi, Keila semalam bisa tidu