Penat. Alam mengusap wajahnya frustrasi. Dia pun menghabiskan secangkir teh hangatnya dalam sekali teguk. Lantas berdiri, menutup pintu utama rumahnya di setelah Lian pergi. "Bi." "Iya, Pak?" "Guntur dan Awan sudah makan belum?" Tetap saja sebagai orang tua mereka, Alam khawatir. Mau sekacau apa keadaan rumah selepas dua putranya bertengkar. "Belum, Pak. Tadi Bibi habis belanja buat masak makan malam, mengingat Pak Alam mau pulang. Tapi ya ... begitulah. Bibi jadi bingung mau masak atau nggak, terus sekarang mau bikin nasi goreng aja apa gimana, Pak?" "Roti ada?" "Sisa anak-anak sarapan kemarin masih ada." "Sarapannya nggak sama nasi?" Awan, Guntur, dan Langit kan warga +62. Mana kenyang kalau sarapan sama roti. Alam langsung cek kulkas. "Mereka kesiangan, udah Bibi masakin, tapi y