Extra Part 5: Terbakar

2063 Kata

Sore itu, Guntur sudah memberikan Kak Rana sekotak martabak hasil menabung dari uang jajannya. Dia tersenyum, berjalan melampaui gerbang kos Kak Rana, dan saat itu juga ... langkahnya terhenti. Awan bersedekap. Berdiri bersandar di dinding pagar kosan itu, membuat Guntur menduga bahwa sepertinya Awan tahu. Dia bersaksi. Langkah Guntur dimulai lagi. Tanpa kata dia berjalan melewati Awan, dan Awan pun nggak bilang apa-apa sampai kemudian di depan gang Guntur sudah pesan ojol. "Langsung pulang," katanya. Guntur sekadar melirik. Dia pun naik ojol tersebut, yang tentu saja Awan menyusul di belakangnya. Guntur embuskan napas kasar, ah ... pasti kisah ini akan panjang. Setibanya di rumah, Guntur masih santai dengan tangan yang dia kantongi di saku jaketnya. Hingga saat kaki mencapai ruang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN