Extra Part 12: Akh ... Mas!

2624 Kata

"Ran, mau teh apa kopi?" "Hm?" Rana menoleh, dia baru saja tiba di studio pagi itu, Mbak Retno menyambutnya dengan tawaran minuman tadi. "Teh apa kopi?" Lagi. Mengerjap. "Teh ... eh, tapi biar nanti aku bikin sendiri aja, Mbak." "Gak apa-apa, ini Mbak mau bikin sekalian--" "Saya kopi ya, Mbak Ret!" seru Ardi memangkasnya. Yang langsung Retno sahuti, "Idih, sana bikin sendiri!" Rana menoleh ke kanan dan kiri, tepatnya antara Mbak Retno dan sosok Bang Ardi. "Yeu, kan sekalian. Punya Rana juga dibikinin." "Oyajelas, beda!" Ardi berdecak. Paham-paham. "Dasar pilih kasih! Pencitraan! Nggak bakal naik jabatan juga." "Yang penting usahanya dulu, siapa tau besok naik gaji, Ar. Bismillah aja." Ardi mencibir. Meski demikian, mereka tidak sedang bertengkar. Hanya adu mulut ringan yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN