Melihat Hana tertidur, Nayla menutup kancing baju atasnya dan menidurkan Hana di dalam box tempat tidur bekas Aqny. Ditolehnya Arman yang masih setia menemaninya di kamar itu. “Ayo, Nay, kita makan malam. Kasihan yang lain menunggu.” Ajak Arman. “Hm,” angguk Nayla meninggalkan Hana. Cici yang sudah menunggu di luar, segera masuk saat Nayla dan Arman ke luar dari kamar. “Akhirya, pengantin baru keluar juga,” goda oma melihat Nayla dan Arman datang. Wajah Nayla merona, menahan malu. "Duduk, Nay." ujar Arman menggeser kursi. "Terima kasih, Mas." sahut Nayla duduk. “Nay, kenapa kamu tidak tinggal di sini saja? Rumah ini cukup untk menampung kita semua, iya, kan, Mas?” tanya oma pada opa meminta izin. “Iya. Silakan saja kalau ingin tinggal di sini.” ujar opa ramah. “Kalau kamu ter

