Part 108

2238 Kata

Nayla menguak selimut lalu merebahkan tubuhnya di samping Arman. Ia membiarkan saja selimut itu terbuka. Ditolehnya Arman yang masih tidak bergerak. Nayla duduk, jantungnya berdegup kencang. Rasa malu dan penasaran bercampur aduk dalam hatinya. Ia kembali tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut, ditolehnya Arman yang masih terpejam. Nayla mulai frustasi, jangan jangan kecurigaannya benar. Ia kembali duduk, ditolehnya Arman untuk yang kesekian kalinya. Arman masih tak bergerak. “Huff …” Naya menghempas tubuhnya ketempat tidur membuat tubuh Arman bergoyang. Harusnya dia bangun! Tapi nyatanya ia tidak bergerak. Apa dia sangat lelah hingga tidur senyenyak itu? Rahang Nayla merapat melihat Arman tetap tidak bergerak. Kesal, benci, sedih, cemburu, semua bercampur mengaduk rasa dalam hatinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN