Part 111

2095 Kata

Ibu tertegun, diraihnya amplop putih itu dari tangan notaris. “Duduk, buk,” ujar Nayla mempersilakan ibu Kembali duduk di sofa. “Iya, terima kasih, Nay,” ujar ibu Kembali duduk. “Akte jual beli tanah ini akan segera saya proses dan membalik namakan sertifikatnya menjadi atas nama ibu,” ujar notaris tersenyum. “Terima kasih, banyak. Bu Dewi.” Ujar oma terharu. “Sama-sama, Bu. Jika Ibu ingin melihat rumah itu, saya bersedia mengantar ibu ke sana kapan saja. Tapi sebelumnya buat janji dulu jauh-jauh hari,” ujar sang notaris bermurah hati. “Iya. Terima kasih. Nanti saya beritahu kalua saya ingin melihatnya,” ujar ibu beranjak. Ia ingin pulang, rasanya tidak sabar untuk membaca isi surat itu. “Jika sudah selesai urusan hari ini, saya kami permisi pulang,” ujar ibu berpamitan. “Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN