Part 112

2128 Kata

“Mas, kapan kita mencari rumah untuk tempat tinggal kita?” tanya Nayla setibanya di kamar. Ia mulai keberatan dengan semua kegiatan yang diwajibkan opa untuk Bian. Walau terlihat Bian baik-baik saja dan mematuhi semua jadwal kegiatannya, sebagai ibu dia tahu Bian kelelahan dengan semua beban yang ada dipundaknya. Arman diam sejenak, sekadar mencari kalimat yang tepat untuk mengajak Nayla berdiskusi. “Bagaimana kalau besok?” toleh Arman. “Oke. Besok usai makan siang, kita lihat – lihat rumah.” Ujar Nayla semangat. “Hm,” angguk Arman. “Trus, nanti kalau kita sudah pindah, siapa yang akan mengawasi anak-anak? Aku bekerja, kamu juga bekerja …” tanya Arman menoleh Nayla. Nayla diam sejenak. Matanya lekat menatap Arman. “Mungkin bulan depan aku benar-benar akan sibuk karena sudah mul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN