33. Pelampiasan dan Pelarian

1012 Kata

Ciuman Vano akhirnya terlepas. Napas Sheza sampai terengah-engah akibat ciuman panas mantan kekasihnya itu. Tangan Sheza terangkat dan mendarat di pipi Vano. Plak! Sheza menampar Vano, karena tindakan kurang ajar pria itu padanya. "Itu tamparan agar kamu sadar akan tindakanmu, sekaligus meluapkan kekesalanku karena sudah menciumku tanpa izin!" Vano memegang pipinya yang ditampar oleh Sheza. "Kalau aku bertanya dulu, apa kamu akan mengizinkannya?" Sheza berdecih. "Kamu sudah benar-benar gila rupanya, Vano." Dia bangkit dari duduknya, namun Vano kembali menariknya untuk duduk. "Kalau aku menginginkanmu malam ini, apa kamu akan memberikannya?" Pertanyaan Vano membuat bulu kuduk Sheza meremang. "Jangan gila kamu!" sentak Sheza, kembali mencoba berdiri, namun Vano mencekal tangan wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN