"Siapa dia?" desak Kayla, tak sabar mendengar jawaban Zavian yang terasa begitu lama. "Namanya Sheza, dia teman SMA dulu." Akhirnya pertanyaan Kayla terjawab. "Dia tiba-tiba datang ke kantorku, kemudian memelukku singkat karena itu pertemuan pertama kami setelah sekian lama." "Ohh, semacam pelukan singkat melepas kerinduan?" sindir Kayla, secara terang-terangan. Kini rasanya dia bisa membalas perkataan Zavian yang membuatnya sakit hati. "Hanya perlukan singkat, Kay. Dan kamu datang tepat di waktu itu." Zavian sepertinya tidak mau disalahkan. "Seperti aku dan Vano yang tidak sengaja jatuh di sofa dan kamu tepat datang di waktu yang bersamaan, Vian. Jadi semuanya hanya salah paham." Kayla pun kembali menegaskan kejadiannya. Zavian menatap Kayla, menelusuri bola mata wanita itu dan meman

