"... Yang mana yang merupakan pembunuh?" Ares terdengar semangat di seberang telepon ketika mengatakan, "Ila bukan komplotan pembunuh, berarti dia sengaja disembunyikan Bang Lutfi untuk menghindari pembunuh." "Itu juga berarti, Bang Lutfi bukan pembunuhnya!" ujar Steve. "Benar!" "Benar!" Ares dan Riani berujar serentak. "Kalau begitu, siapa sebenarnya Ila? Kenapa pembunuh mengincarnya?" Riani bangkit. "Res, ayo kita bertemu Bang Lutfi." "Nggak bisa hari ini. Aku sudah memiliki janji temu dengan beberapa orang di dekat bekas klinik itu untuk bertanya lebih lanjut. Mau ikut?" "Itu bagus. Aku akan ikut." Riani sudah mematikan secara sepihak sambungan teleponnya. Tiga pendengar lain masih duduk diam. Farel menggerutu, "Bukankah Ares bilang nggak akan bekerja sama lagi dengan kita?"

