Putrinya (2)

1256 Kata

"Ada apa?" tanya Ares. "Kepalaku mau pecah," kata Riani. Farel mengambil tisu dari dashboard, menggulungnya, lalu menyumpalkan ke hidung Riani yang mengeluarkan darah. Dia mendongakkan kepala gadis itu agar bersandar ke sandaran kursi, lalu memijat-mijat pelan keningnya. "Kamu kebanyakan berpikir," kata Farel. "Kita hampir di ujung kasus. Sedikit lagi pembunuhnya akan terungkap." "Benar, Ri. Kita sudah tahu asal-usul Ila juga. Dia ternyata bernama Selena, dan dia putri dokter Daniel." Ares menambahi. "Mungkinkah dokter Daniel yang mencari Ila, sementara Bang Lutfi si pembunuh berusaha menyembunyikannya?" Steve berargumen. "Steve!" "Steve!" Farel dan Ares serempak meneriaki Steve. "Riani belum tenang, jangan bahas kasus dulu," kata Farel. Steve manyun. "Oke." Riani tersenyum le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN