Teror (2)

929 Kata

Tidak berhasil, dia lalu memakai cahaya dari senter ponsel pula. Farel, Ares, dan Steve tidak bisa menahan tawa melihat kelakuan Riani. "Kamu sudah seperti anjing pelacak," komentar Farel. "Dia mencium bau kertas, mungkin dipikirnya akan ada bau cuka. Tahu sendiri, kan, tulisan yang pakai air cuka bisa membuat seperti pesan rahasia." Steve menambahi, lalu mulai menyetir. "Apa kamu butuh api? Mungkin saja jika didekatkan dengan pemanas akan muncul tulisan seperti permintaan tolong, atau ada inisial nama pembunuh di sana," sambung Ares, sudah mengeluarkan pemantik dari saku celananya. Ketiga lelaki kompak tertawa. Riani berwajah masam, langsung memasukkan kertas ke kantong bajunya. Lila hanya senyum lebar melihat kelompok mereka tampaknya mulai akur. "Seneng banget, ya, ngejekin ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN