Epilog (2)

1114 Kata

"Dia sering melakukannya?" Lila menghela napas. "Ini yang pertama kali dia memasukkannya. Biasanya hanya menggesekkan kelaminnya." Lutfi menyipitkan matanya kala melihat Lila yang dengan enteng mengatakan semuanya, seolah sedang menceritakan kisah orang lain. "Diamlah." Lutfi ke kulkas mini di sudut kamar, mengambil air mineral. Kembali ke ranjang, dia membantu Lila duduk, dan memberikan minuman untuk gadis kecil itu. Melihat kondisinya, Lutfi ingin mencekik Daniel. "Apa dia benar-benar papamu?" Lila menggeleng lemah, masih bersandar ke bahu Lutfi. "Ayah kandungku sudah bercerai dengan Ibuku. Pria ini selingkuhan ibuku. Setelah ibuku bercerai, dia segera menikahi ibuku. Tidak lama kemudian, dia membawa kami ke kota D ini. Sebelumnya kami tinggal di kota B." "Apa ibumu tahu kelakuanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN