Epilog

1126 Kata

Hari itu, sekitar bulan delapan tahun 2011. Di luar, cuaca hujan. Kedua orangtua Lila masih di rumah sakit. Sesosok pria usia 20-an dalam keadaan basah kuyup menyelinap ke kamarnya yang berada di ruang bawah tanah. Pria itu kurus, wajahnya penuh bekas lebam dan kotor, pakaian compang-camping, dan ada segenggam pisau di tangannya. "Di mana si berengsek Ranika?" tanya pria itu, yakni Lutfi. Lila kecil usia sembilan tahun terperanjat, tapi tidak ada ekspresi takut di wajahnya. Di tangan Lila juga ada pisau, yang siap mengiris pergelangan kanannya sendiri. Melihat itu, Lutfi agak terkejut. Lila meletakkan kembali pisau ke nakas. Wajahnya yang sedikit memar dengan sudut-sudut bibir terluka, membuat Lutfi mengernyit, menurunkan kewaspadaan. Dia bertanya-tanya tentang identitas gadis kecil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN