85. Rindu dendam

500 Kata

"Kangennnnn." kata Rey dengan nada manja khas membuat istrinya yang juga merasakan rasa yang sama menjadi terharu, sehingga tak sadar sudah meneteskan air mata. "Loh loh loh, kamu kok malah nangis, eh kenapa? Ada yang sakit? Apa aku perlu panggil dokter yang jaga di sini?" cecar Rey dengan nada cemas, apa mungkin ia sudah waktunya melahirkan? "Aku gak apa apa. Aku cuman sedih dengernya." kata Anjani sambil memeluk suaminya dari samping. Rey kemudian memeluk istrinya sambil mengunci pintu kemudian menarik tubuh istrinya untuk duduk di atas ranjang King size milik mereka berdua itu. "Kenapa hmm?" tanya Rey sambil mengelus tubuh istrinya yang bersandar di dadanya. Kemudian Rey menyusupkan kedua belah tangannya ke pinggang istrinya kemudian mengelus perut besar milik istrinya itu. Dia rind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN