Eps. 24 Tak Seharusnya Melihat

1320 Kata

Di dalam apartemen, Adrian tetap memasang senyum lebar dan wajah antusias saat melihat Sari yang sedang duduk di sofa, mengawasinya dengan mata penuh cinta. Dia tak ingin calon istrinya khawatir. “Kamu yang paling kuat, Mas,” puji Sari, membuat Adrian tersenyum lebih lebar dan mengangkat jempol. Namun, begitu dia masuk ke kamar tidur utama sambil membawa kardus berisi buku-buku berat, senyum itu langsung luluh. Wajahnya berkerut menahan sakit. “Aduh... pinggangku!” desisnya pelan, merintih. Rasa nyeri tajam seperti ditusuk mengirimkan sinyal ke seluruh tubuhnya. Saat hendak meletakkan kardus di lantai, tangannya tak kuat lagi menahan. Kardus itu pun dibanting setengah ke lantai dengan bunyi gedebuk yang keras, beberapa buku di dalamnya berserakan. “Astaga!” gumannya, segera berjongko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN