“Tumben makan cepat sekali?” tanya Sari di meja makan pada pagi hari, heran melihat piring Karan yang hampir bersih. Sari sendiri baru saja menyendok sup pertama dari mangkuknya. “Iya, Bu. Hari ini aku ada orderan baru lagi. Buat storyboard iklan parfum. Kliennya ternyata temannya Bu Lita,” jawab Karan sambil menyelesaikan suap terakhir rotinya. “Wah, Sayang, banjir order kamu sekarang. Ibu senang sekali,” puji Sari dengan mata berbinar. “Aku pergi dulu, Bu. Nggak mau telat lagi,” ucap Karan, lalu menggigit potongan daging terakhir di piringnya. Dia berdiri, meraih tas kerjanya yang sudah siap di kursi, dan berjalan cepat menuju pintu. Sari hanya bisa mengangguk, tersenyum melihat semangat putrinya. Karan masuk ke mobil dan segera melaju. Dia telah berjanji pada diri sendiri untuk tida

