Sari duduk di sofa dengan wajah lelah namun bahagia, menunjuk ke sekeliling tumpukan tas dan koper. “Rain, Karan, Ibu lelah. Tas oleh-olehnya ada di sini, kalian bisa periksa sendiri,” ujarnya sambil menguap kecil. “Yang ini untuk Karan,” katanya sambil menepuk sebuah koper berwarna merah muda dengan stiker Hello Kitty. “Dan ini untuk Rainer,” lanjutnya, menunjuk sebuah kotak kayu sederhana berukuran sedang dengan ukiran tradisional Jepang. “Dan itu untuk teman Mas Adrian di kantor, yang di sana untuk pegawai di butik, serta yang itu untuk teman-teman arisan,” tambahnya sambil menunjukkan beberapa tas belanja bermerek dan koper kecil lainnya. “Ya, Bu,” sahut Karan dengan semangat, langsung meraih koper merah muda miliknya. Matanya berbinar penuh penasaran. “Terima kasih, Ibu!” Raine

