Setelah Sari pergi, Karan kembali teringat pada potongan kalimat Rainer yang belum diselesaikan. Dengan hati masih berdebar, ia menatap Rainer yang sudah berbalik hendak masuk ke ruang kerjanya. "Rain, tadi apa yang mau kamu bilang?" tanyanya, mencoba terdengar santai. "Yang mana? Aku lupa. Mungkin nanti kalau ingat saja," jawab Rainer dengan suara datar, lalu langsung masuk ke ruang kerjanya dan menutup pintu perlahan. Padahal, sebenarnya Rainer tidak lupa dengan apa yang hendak dikatakannya. Hanya saja, ia belum siap lagi untuk mengungkapkan perasaannya sepenuhnya di momen yang tiba-tiba terpotong seperti itu. Ia butuh waktu untuk mengumpulkan keberanian lebih, dan malam ini mungkin bukan saat yang tepat, terutama dengan Sari yang tiba-tiba muncul. Ia pun duduk di mejanya, mencoba fo

