Setelah puas mengelilingi seluruh area pameran, kaki mereka mulai lelah. Mereka berhenti di sebuah sudut yang nyaman, di mana beberapa bean bag besar berwarna-warni tersebar di lantai berpasir putih, dikelilingi oleh tanaman hias dalam pot glow-in-the-dark. Di dekatnya, sebuah gerobak makanan bernuansa futuristik menjual es krim nitrogen yang mengeluarkan uap dingin, dengan berbagai topping berkilauan. “Kamu mau itu?” tawar Theo, menunjuk gerobak es krim yang menarik perhatian. Karan terlihat bimbang, memandangi uap putih yang mengepul. Sebelum dia memutuskan, Theo sudah melangkah mendekati gerobak itu. Beberapa saat kemudian, dia kembali membawa dua cup es krim vanilla dengan taburan bubuk emas edible dan buah beri beku. “Ayo, pasti enak. Kita makan di sana,” ujarnya sambil menunjuk k

