Eps. 33 Menjadi Bayangan

1410 Kata

Rainer menggendong beberapa kardus di tangannya saat melangkah masuk. Matanya menyapu ruang tamu, menemukan Adrian dan Sari sedang sibuk menata sesuatu, pakaian dan barang-barang lain di salah satu sudut. Ia pun menghampiri mereka. “Ayah, kenapa barang-barang Karan masih ada di luar? Kok nggak dibawa masuk?” tanyanya, suaranya penuh keheranan. Adrian mengangkat bahu, pandangannya menghindar. “Entah, Rain. Mungkin dia lelah, atau mau dibawa nanti saja. Kurang tahu juga. Sebaiknya kamu bantu bawa saja, ya,” jawabnya singkat, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Rainer mengerutkan kening, merasa ada yang tak beres dari jawaban sang ayah. Tapi ia hanya menganggap. “Oh, ya, baiklah. Tapi mungkin nanti aku mau ganti baju dulu,” ujarnya sebelum berbalik dan berjalan menuju kamar Karan. Pintu kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN