Senyum manis dan bisikan mesra mereka terhenti sejenak ketika Sari sedikit menjauh, matanya secara tidak sengaja menangkap tatapan kosong dari kedua anak itu. Adrian, mengikuti arah pandang istrinya, baru tersadar bahwa ruang makan itu bukan hanya milik mereka berdua. Suasana canggung yang terpancar dari Karan dan Rainer tiba-tiba terasa nyata di udara. Adrian membersihkan tenggorokannya, mencoba mengembalikan suasana. “Aku lihat tadi kalian berdua terlihat akur, mengangkat barang bersama,” ujarnya, suaranya berusaha riang. “Ayah senang kalian berdua sekarang lebih akrab dari sebelumnya.” Senyumnya mengembang, penuh harap dan kepuasan seorang ayah yang mengira konflik rumah tangga kecil telah mereda. Kalimat itu menggantung di antara mereka. Rainer dan Karan saling menatap sejenak, per

