Di depan rumah, terdengar suara mesin mobil pick-up yang berhenti, diikuti bunyi pintu yang dibuka-tutup dan suara beberapa orang yang ramai. Tidak lama kemudian, terdengar ketukan di pintu depan. “Ya, sebentar!” teriak Sari dari dalam. Ia kebetulan baru saja menyelesaikan cucian piring di dapur dan sedang mengelap tangannya. Ia berjalan cepat menuju pintu dan membukanya. Wajahnya langsung menunjukkan keheranan. Di depannya berdiri tiga orang pria berseragam, dengan partisi kayu berukuran besar yang tergeletak di belakang mereka di atas pick-up. “Pak, mencari siapa?” tanyanya, raut wajahnya bingung. Ia sama sekali tidak memesan atau mengira-ngira akan kedatangan mereka. Salah satu dari pria itu, yang tampak sebagai pimpinan tim, memeriksa nota pesanan di tangannya. “Siapa tadi ya yang

