“Cie ... Cieee, yang sekarang diantar jemput langsung sama orang nomor satu.” Aku baru saja menginjakkan kaki di ruang administrasi saat godaan itu menyambar. Belum juga sempat menaruh tas, Mbak Citra sudah menyenggol lenganku dengan kerlingan nakal. “Kasih tahu lah, Dit, apa rahasianya bisa menjinakkan Pak Camat! Yang biasanya angker kayak kuburan, kalau sama kamu mendadak kayak playground TK, cerah bener!” timpal salah satu staf senior lainnya yang disambut gelak tawa seisi ruangan. “Hoki bener si Dita. Lepas dari Tentara k*****t titisan biawak kali, eh, langsung dipepet sama Pak Camat!” Aku hanya bisa mengelus d**a mendengar sebutan mereka untuk Huda. Sepertinya kabar kandasnya hubunganku dengan mantan kekasihku itu sudah menjadi konsumsi publik kantor, lengkap dengan bumbu-bumbu hu

