BAB 12

1506 Kata

“Dadahhhh, Mikha ...” Kulambaikan tanganku seiring dengan deru halus mesin mobil SUV hitam itu. Kendaraan gagah tersebut perlahan melaju, meninggalkan area depan rumahku yang kini mulai diselimuti keremangan senja. Bayangan cantik Mikha yang masih melambaikan tangannya dari balik kaca jendela membuatku secara otomatis tetap bersemangat membalasnya. Ada kehangatan kecil yang tertinggal di dadaku melihat binar tulus dari mata bocah itu. Akhirnya, setelah melewati perbincangan basa-basi yang cukup panjang dan membuat atmosfer ruang tamu tadi terasa begitu canggung, atasanku yang misterius itu berpamitan pulang. Hari sudah benar-benar gelap sekarang. Adzan Maghrib sudah hampir berkumandang dari masjid di ujung jalan, dan seluruh tubuhku rasanya seperti mau rontok. Bukan hanya lelah fisik ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN