Eps. 25 Nama Itu Lagi

1345 Kata

“Peti mana yang harus dibawa?” tanya salah satu pria, suaranya datar namun matanya tajam, meneliti setiap sudut gudang. Romeo pura-pura menoleh ke arah tumpukan peti di sisi kanan, lalu menunjuk sembarangan. “Yang di sana. Cepat, sebelum pengawas datang,” jawabnya ringan. Namun di balik ketenangan itu, matanya tak lepas dari setiap gerakan mereka. Cara mereka berdiri, posisi kaki, hingga jarak satu sama lain, semuanya bukan gerak pekerja biasa. Ketiganya mulai mengangkat peti, tapi Romeo tahu, mereka hanya menunggu momen untuk bertindak. Tepat ketika salah satu dari mereka berpura-pura membungkuk, suara langkah berat terdengar dari arah pintu. Sekejap kemudian, daun pintu besi itu ditutup keras dari luar, Jason sendiri yang menguncinya. Brak! Suara itu menggema di seluruh ruangan. Ketig

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN