Saat Jason mendekat, udara segar di teras mansion seakan berubah menjadi beku. Senyum dan tawa Gianna serta Matilda langsung lenyap, digantikan oleh ketegangan yang mencekam. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Jason, suaranya datar namun tatapannya yang tajam menyapu kedua wanita itu. Matilda langsung bereaksi seperti tikus yang ketakutan dihadapan kucing. Wajahnya pucat, dia segera menunduk dalam-dalam. “Maaf, Signor. Saya... saya akan segera kembali bekerja. Hal seperti ini tak akan terulang lagi,” gumannya gemetar sebelum bergegas pergi, meninggalkan Gianna yang masih duduk dengan sekeranjang anggur di pangkuannya. Gianna mengerutkan kening, kebingungan dan sedikit kecewa. Dia melihat wajah ketakutan Matilda dan mengira Jason menyalahkan pelayan malang itu. “Jason, aku yang meng

