Langit masih sangat gelap, dengan guyuran hujan yang membasahi bumi. Sesekali terlihat kilatan kecil dari langit. Entah berapa kali juga Tanisha menutup telinganya karena mendengar gemuruh petir yang menggelegar. Suara riuh hujan pun menjadi backsound pelengkap malam itu. Tanisha duduk di sudut gua yang sudah dipastikan aman oleh Sabda. Ia duduk sambil memeluk lututnya karena masih takut dengan suara petir yang tiba-tiba menggelegar. Sedangkan Sabda dia sibuk mencari beberapa ranting untuk dijadikan api unggun. Mata tanisa terus melihat gerak-gerik Sabda yang mencari ranting kecil. Tanisha merasa beruntung karena ditemukan oleh Sabda. Entah bagaimana jadinya jika dia tidak ditemukan oleh Sabda. Mungkin kini dia sudah dimakan oleh hewan buas yang berkeliaran di hutan ini. Petir pun

