bc

Om-ku yang Nakal

book_age18+
963
IKUTI
9.2K
BACA
one-night stand
HE
age gap
fated
heir/heiress
blue collar
sweet
bxg
lighthearted
kicking
witty
campus
city
office/work place
childhood crush
love at the first sight
like
intro-logo
Uraian

*

"Om lagi ngapain?"

"s**t! Tolong bantu om!"

"Tapi om aku gak tau caranya!"

"Pegang!"

*

Sabda Abinaya—perjaka tua yang sudah menginjak umur 37 tahun. Sampai saat ini juga Sabda belum menemukan jodoh yang tepat baginya. Sudah mencari sampai benua Antartika, semua perjuangan Sabda Nihil.

*

Hingga suatu hari ia bertemu dengan anak sahabatnya—Tanisha Audrey Pinoth, seorang mahasiswa semester 4, yang di titipkan pada Sabda karena Farid akan melakukan perjalanan bisnis untuk mengembangkan usahanya. Dari sanalah hubungan mereka mulai intens.

*

"Sstthh ahh... Om udah, nanti ketahuan!"

"Sebentar lagi Cha, kamu membuat saya gila!"

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 - Miliki Hati Om
"Icha tolong antarkan berkas ini untuk teman papa mau?" tanya Farid. Tanisha yang sedang menonton tv beranjak dari tempat duduknya. "Boleh, mana? Alamatnya di mana?" tanya Tanisha. Farid menyodorkan kartu nama pada anaknya. "Itu alamatnya ada di situ. Gak jauh kok dari sini," balasnya. Tanisha mengambil kartu nama tersebut, keningnya berkerut saat membaca nama yang tertera di sana. "Sabda Abinaya? Om Sabda? Temen papa yang gak laku itu kan?" tanya Tanisha tanpa memfilter ucapannya. "Icha mulutnya! Di filter! Jangan muka kamu doang yang di filter kalau lagi selfie, penipuan!" cibir ayahnya sedikit rese. Tanisha memutar bola matanya 360° sebal. "Halah, dasar papah duda. Gini-gini juga aku masih laku pah, masih cantik paripurna," balas Tanisha tidak mau kalah. Farid berdecak kesal, "Terserahlah mau paripurna mau ikan pari sekali pun, papa gak peduli! Sana cepet kasih berkasnya, inget jaga mulut kamu di depan om Sabda!" peringat Farid. "Hmm kalau inget!" "Icha!!" Tanisha langsung kabur dari dalam rumahnya, menuju motor beatnya yang berwarna pink. "Astaga, kunci motornya lupa!" Tanisha pun kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci motornya. "Astaga ngapain balik lagi Icha?" teriak Farid sambil mengecakkan tangannya di pinggang. "Ngambil kunci motor yaelah, dadah papa duda!" balas Tanisha tidak kalah gilanya. "Anak siapa sih dia?" gumam Farid tidak sadar diri. Tanisha menyalakan motor pinknya, melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Karena dekat, Tanisha memutuskan untuk tidak memakai helm. Di tambah langit yang mendung, membuat angin yang terasa sejuk saat menerpa wajahnya. Butuh waktu 10 menit, kini Tanisha sudah sampai di depan rumah dengan desain American Classic, dengan dominan cat berwarna dark grey, rumah mewah namun aesthetic. "Eh ini rumahnya om Sabda? Wah udah kaya raya aja ternyata si perjaka tua itu, eh dia masih perjaka gak ya apa udah laku?" oceh Tanisha sambil memarkirkan motornya di depan pagar yang menjulang tinggi berwarna hitam. "Ih rumahnya keren, laki banget. Nih istrinya kagak protes apa? Rumahnya dark gini? Gak ada pinky-pinkynya?" Tanisha berjalan menuju bel rumah, sebelah tangannya memencet tombol yang ada di sana. Sekali tidak ada jawaban, ke dua kalinya pun sama tidak ada jawaban. "Sialan nih orang, malah gak di buka-buka!" Akhirnya Tanisha memencet-mencet bel rumah Sabda dengan cepat. "Rusak-rusak dah ini bel, bodo amat gua!" gerutunya. Tin... Tin... Gerakan Tanisha terhenti, kepalanya menoleh ke belakang. Ia mendapati mobil hyundai Ioniq 6 berwarna silver metalik. Mulutnya ternganga, matanya melebar sempurna, melihat mobil mewah yang sangat ia idam-idamkan, kini di depan matanya, sayang milik orang. Jendela mobil terbuka, tampak seorang pria tampan, gagah, dengan kaos hitam polos, dan kacamata hitam, tidak lupa rambut dengan gaya undercut berwarna coklat tua. Air liur Tanisha hampir saja menetes, jika tidak segera di sadarkan oleh pria yang ada di dalam mobil—Sabda Abinaya. "Icha?" sapanya. Tanisha reflek mengusap mulutnya, takut saja kalau ada air liur yang menetes tanpa ia sadari. "Iya saya om," jawabnya sopan. Sabda turun dari mobilnya, dengan elegan. Mata Tanisha kali ini benar-benar tidak bisa di kondisikan. Melihat tubuh atletis Sabda yang tercetak dari balik kaos hitamnya. Wanita mana yang rahimnya tidak meronta-ronta ingin di hangatkan. "Kamu ngapain di sini?" tanya Sabda ramah. "Mau ketemu sama om Sabda, di suruh kasih berkas ini. Om mau ketemu sama om sabda juga? Kalau gitu bareng, dari tadi aku tekan bel, om Sabda gak keluar!" jelasnya. Mendengar penjelasan Tanisha, justru membuat Sabda heran. Pria yang dia maksud kini padahal ada di depannya. "Oh iya ayo..." Jawabnya, sambil memencet tombol membuat pagar terbuka sendiri. "Loh om bisa buka pagarnya?" tanya Tanisha, Sabda hanya mengangguk pelan. "Tau gitu udah aku pencet!" Lanjut Tanisha. "Gak bisa sembarang orang, ayo masuk!" ajak Sabda yang langsung memasukan mobilnya ke halaman rumahnya. Tanisha menurut, ia memasukkan motornya dan parkir di sebelah mobil Sabda. Sebentar Tanisha melirik mobil yang ada di sebelahnya. "Buset dah jomblang banget motor gua," ocehnya. Sabda yang sudah berada di depan pintu masuk menoleh ke arah Tanisha. "Icha ayo masuk!" titah Sabda. Tanisha mengangguk sambil melangkahkan kakinya. Tiba-tiba terbesit di dalam pikirannya, dari mana pria itu tau namanya? Tanisha duduk di ruang tamu yang aesthetic, lagi-lagi cat dindingnya lebih dominan dark grey. Mata Tanisha mengitari rumah mewah itu, sangat nyaman sekali rasanya berada di sana, tenang, sepi dan juga teduh. Sabda membawakan satu botol minuman dingin. Serta sedikit cemilan, "Maaf ya cuman ada ini," ujarnya. Tanisha menatap heran ke arah pria yang ada di depannya. "Oh iya gak apa-apa, aku minum," ucapnya yang di angguki oleh Sabda. Uhuk... Uhuk... Uhuk... Saat minum tiba-tiba saja Tanisha tersedak. "Eh pelan-pelan minumnya," peringat Sabda yang memberikan tisu padanya. Sebelah tangan Tanisha langsung mengambil beberapa lembar tisu. Matanya memerah karena tersedak, ia menepuk-nepuk dadanya sendiri. "Kamu gak apa-apa Cha?" tanya Sabda. Mata Tanisha kembali menatap Sabda. "Gak apa-apa kok om, maaf dari mana om tau nama saya icha? Saya aja gak kenal sama om," jelas Tanisha membuat Sabda tersenyum. "Tentu saya kenal, kamu anaknya teman saya," ujarnya. "Oh om temannya papa Farid?" tanya Tanisha yang segera di angguki oleh Sabda. "Iya, jadi mana berkas yang akan kamu kasih?" ucapnya. Tanisha tidak langsung memberikan berkasnya. "Om Sabdanya mana? Soalnya ini buat om Sabda," ujar Tanisha. Tentu saja Sabda menaikkan sebelah alisnya, mendengar ucapan Tanisha. "Kamu gak kenal sama saya?" tanya Sabda memastikan. Tanisha langsung menggelengkan kepalanya cepat, "Gak om, om siapanya om sabda? Kok kayanya kalian dekat banget, hampir mirip juga sih!" kekehnya. Sabda tertawa pelan, "Iyakah mirip?" "Iya om, tapi selewat aja sih, cakepan om ke mana-mana," ungkapnya. Sabda menaikkan sebelah alisnya. "Masa cakep saya? Sabda juga cakep," ujarnya. Tanisha langsung menggelengkan kepala cepat. "Kalau kata aku sih kurang om, dia itu gak rawat dirinya om. Makanya kan gak laku-laku, tapi gak tahu deh sekarang udah laku apa belum," ucapnya jujur. Sabda mengangguk pelan, "Oh gitu?" balasnya. "Iya om, btw om udah nikah?" tanya Tanisha yang mulai melancarkan aksinya. "Belom, kenapa?" Detik itu juga mata Tanisha berbinar-binar seolah menemukan secercah harapan, untuk di nikahi. "Serius om yang seganteng ini belum nikah? Jangan boong loh om, nanti malaikat turun!" ucapnya. "Mau ngapain malaikat turun?" "Numpang lewat om," kekehnya. "Jadi serius nih om jomblo?" tanya Tanisha lagi. Sabda menggelengkan kepalanya pelan. "Hmm iya, saya jomblo," paparnya sedikit agak kesal. Tanisha menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, matanya mulai berkedip centil. "Kalau gitu bisa dong om?" Sabda mengerutkan keningnya. "Bisa apa?" "Bisa milikin hati om." Bersambung...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
17.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.9K
bc

Kali kedua

read
218.9K
bc

TERNODA

read
200.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
77.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook