Hari demi hari Tanisha lewati tanpa Sabda. Kali ini bukan karena menghindar, tetapi Sabda ada dinas ke luar kota selama beberapa hari. Sabda pun tidak bisa memastikan kapan dia pulang. Beberapa hari tidak bertemu dengan perjaka tua itu, Tanisha merasakan ada yang kurang. Biasanya ada yang tiba-tiba datang membawa makanan, tiba-tiba menjemput Tanisha dan banyak lagi tiba-tiba lainnya. Tanisha tersenyum getir, saat terakhir mengingat bagaimana cara mereka bertemu. Saat Tanisha kesal pada Sabda karena menerima bunga pemberian dari mabar, sampai Sabda buang bunga itu di depan mata Tanisha. Kalau di tanya kenapa dia kesal? Tanisha juga tidak tahu. Dirinya sendiri masih merasa teka teki kenapa dia bisa sekesal itu. Cemburu? Mungkin, tetapi Tanisha masih belum sadar atau belum mau mengakui b

