"Om mau apa emangnya?" tanya Tanisha. Sabsa mengusap bibirnya yang sangat menggoda. Sabda usap dengan ibu jarinya dengan lembut. "Saya mau ini." Tunjuk Sabda pada bibir mungil Tanisha. Sabda pun mulai mendekatkan bibirnya pada Tanisha. Hingga Tanisha bisa merasakan, ada benda kenyal dan lembut menyentuh bibirnya. Mata Tanisha langsung terpejam saat itu juga, menikmati sebuah sentuhan yang Sabda berikan. Saat Tanisha ingin lebih jauh, Sabda langsung melepaskan ciuman mereka. Tanisha mengerutkan keningnya, tetapannya begitu penuh arti, seolah bertanya kepada Sabda. Kenapa berhenti? Sabda mengulum senyumnya, ia mengusap bibir Tanisha yang basah karena ulahnya. "Saya belum mandi, Maaf main cium kamu aja!" Tanisha menghelakan napasnya kasar, ia pikir ada apa kenapa tiba-tiba Sabda melep

