Saat Tanisha mendengar ucapan Sabda, terbesit di dalam pikirannya 'Apa dulu ada wanita yang sangat dia sukai?' Tanisha menerka-nerka, ingin sekali tau siapa wanita beruntung itu, bisa di cintai oleh Sabda dan seperti apa sebenarnya tipe wanita Sabda. Seolah Tanisha ingin membandingkan dirinya dengan wanita itu. Namun, perasaan ragu di dalam hati Tanisha seolah berisik dan memenuhi isi kepalanya. Tanisha menjadi ragu kepada Sabda, takut jika ternyata Sabda belum selesai dengan masa lalunya. Tangan Tanisha mengerat, memegang rok berbentuk A line dengan warna navy yang Sabda belikan untuk pakaian gantinya. Tanisha menelan salivanya kasar, dari pada dia mati penasaran dan berpikir yang tidak-tidak, lebih baik Tanisha memutuskan untuk bertanya pada Sabda. "Om..." "Hmm?" "Boleh aku tany

