Sabda keluar dari ruang kerjanya, dengan tergesa-gesa. Namun, langkah tidak berjalan dengan lancar, ia langsung di hadang oleh Devi, yang sudah bersiap pulang juga. "Pak Sabda," panggil Devi manja. Langkah Sabda pum terhenti saat ada Devi di depannya. Tatapannya tajam ke arah sekretaris itu. "Apa?" "Bapak mau pulang?" Sabda hanya mengangguk pelan, tidak mengeluarkan suara baritonnya. "Hmm gini pak, boleh aku nebeng pak? Kebetulan arah pulang kita sa—" "Pulang sendiri!" tolak Sabda yang langsung berjalan pergi meninggalkan Devi. Devi mencuatkan bibirnya lagi-lagi dia gagal menggoda Sabda. Sudah segala cara dia lakukan, hanya satu cara lagi, Devi tersenyum sini. "Suatu hari nanti kamu pasti akan takluk padaku Sabda," gumam Devi dengan penuh keyakinan. Sabda berjalan menuju basement,

