Egar keluar dari kamarnya perutnya terasa sangat lapar, ia melihat jam yang ada dinding ternyata sudah menunjukkan pukul dua siang. "Astaga udah jam segini, gua lupa kasih makan itu bocah, dia lagi apa ya?" ucap Egar sambil membuka pintu kamarnya. Ruangan apartemen terlihat cukup sepi, Egar melihat ke kanan ke kiri mencari keberadaan Nadisa, tapi tidak dia temukan. "Kemana dia?" gumamnya. Egar pikir dia sedang di ruang tengah nonton, tapi tidak ada. "Apa dia lagi di kamar kali ya?" sambungnya. "Ya udahlah mending gua masak dulu aja, baru bangunin dia." Egar berjalan ke dapurnya, betapa terkejutnya Egar saat melihat beberapa masakan di atas meja makannya. "Loh kok udah ada makanan, siapa yang masak? Apa jangan-jangan Disa?" Egar menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Egar berjalan m

