"Lakukan, Mas. Ini perintah!" "Bisa diem, nggak?" Haifa menutup tubuhnya dengan selimut, sebal mendengar ledekan dari mulut pria di sebelahnya yang rebah menyamping begitu percaya diri tanpa ditutupi sehelai benang pun. Iya, mereka baru selesai 'indehoy semlehoy' apalah itu. Di detik Haifa merasa terpuaskan ... ya, dia akui, seketika pikiran kusutnya jadi lurus dan tenang. Apakah perlu dirinci reka adegan beberapa saat sebelum sekarang? Mumpung Galen masih di sekolah. Melihat Haifa, Erlang terkekeh. Dia ulang-ulang bilang, "Lakukan, Mas. Ini perintah!" Sial. Awas saja, ya! "Sekali lagi Mas ngomong gitu, aku nggak bakal ngizinin seujung rambut pun Mas Erlang pegang!" Haifa mengancam dengan wajah yang gagal garang, pipinya merona dan di mata Erlang malah jadi terlihat lucu sekarang.