Marah

1164 Kata

Kaila begitu marah hingga dia ingin muntah darah. Kegiatan belanjanya tidak lagi menyenangkan. Dengan alasan lelah, dia pulang terlebih dulu. Tiba di bawah, dia menyetop taksi dan pulang. Rasa kesal masih menguasainya dengan erat. Sopir taksi yang biasanya ramah, tidak berani mengajaknya berbicara. Hanya meliriknya saja, dia sudah takut disemprot. Suasana di dalam mobil yang terasa canggung dan menekan tiba-tiba dikagetkan dengan dering ponsel. Kaila mengambil ponselnya. Saat melihat siapa yang menelepon, dia hanya menekan tombol volume agar suara deringnya menghilang tanpa bermaksud mengangkatnya. Setelah beberapa saat, panggilannya berhenti. Kaila tersenyum mengejek. Namun, senyumnya membeku saat Alan kembali meneleponnya. Kali ini, Kaila segera menolaknya, mematikan ponsel, lalu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN