“Dia adalah calon istri baru Alan,” jawab Rosie dengan tenang. Mata Anna sontak membelalak. “Apa? Jadi itu dia? Lalu, baju-baju bayi itu untuk siapa? Jangan bilang kalau wanita itu sudah hamil terlebih dulu!” Rosie mengangkat satu sudut bibirnya, menyeringai penuh ejekan. Anna mengerti jawabannya. Darahnya sontak mendidih. “Dasar tidak tahu malu! Wanita jalang dan pria b******k!!” teriak Anna. Kakinya melangkah. Tangannya siap untuk menampar dan menjambak w************n itu. Namun, Rosie segera mencegahnya. “Kenapa? Kita harus membuat perhitungan dengan mereka,” ucap Anna penuh emosi. Dia tidak bisa menerima adik iparnya yang baik, setia, dan penyabar dikhianati seperti ini. “Kak, bersabarlah. Tidak seru kalau Alan tidak ada. Dramanya akan lebih bombastis kalau Alan juga ada bersam