Tiba di kamar hotel, Kaila segera mengatur meja dengan berbagai makanan. Senyumnya lebar merekah. Suasana hatinya yang sempat kacau karena Dion mendadak hilang saat dia membuka pintu kamar hotel. Tinggal beberapa menit lagi, Alan akan datang. Dia harus menyiapkan semuanya dengan baik. Setelah menata meja, Kaila menyemprot parfum ke tubuhnya. Sekali lagi, dia bercermin. Wajahnya masih cantik dan pakaiannya bersih. Kaila tersenyum. Dia siap bertemu Alan. Tiba-tiba, dia mendengar pintu diketuk. Kaila tersenyum semakin lebar. Dia pun berlari, bergegas membukanya. Di sana, Alan berdiri dengan gagah. Wajahnya tetap tampan meski dia baru bekerja. Matanya dalam bersanding dengan bulunya yang panjang. Alisnya melengkung indah dan bibirnya yang tipis membuat Kaila terpesona. “Hai, Mas. Ayo ma