Bab 44. Dugaan Shaka

1807 Kata

Pulang bekerja pukul 15.00 Shaka disambut sang istri yang tengah tidur lelap di sofa ruang keluarga. Sementara Najwa duduk menekuri buku gambar yang ada di meja. Rasa lelah yang semula melingkupi seperti langsung lenyap melihat wajah kesayangannya itu. Shaka mengendurkan dasi yang mencekik lehernya, melepaskan sepatu lalu diletakkan di rak tanpa menimbulkan suara. “Papa!” Najwa yang menyadari kedatangan Shaka segera berseru. Shaka memberikan gestur agar putrinya itu diam, ia melangkah pelan mendekat mencium pipi anak itu. “Jangan keras-keras, Mama tidur,” bisiknya. Najwa mengangguk cepat-cepat seraya melirik ke arah Rania yang tertidur lelap. “Mama tadi muntah-muntah, katanya pusing.” “Muntah-muntah?” Shaka mengernyit. Seketika segera mendekat ke arah Rania, menyentuh pipi wanita it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN