Bab 48. Couple Goals

1850 Kata

“Aku nggak mau nerima tamu yang nggak penting, Vi. Suruh wanita itu pergi.” Benda pipih itu akhirnya dilempar kembali pada dasbor mobil setelah memberikan ultimatum tegas untuk sekretarisnya. Wanita itu baru saja mengabarkan jika Berlin—si mantan yang tak tahu diri itu datang ke kantornya. b******k sekali memang, setelah ia bersusah payah bangkit dari keterpurukannya karena hubungan yang kandas tiba-tiba wanita sialan itu muncul dengan penuh percaya diri dan tak berdosa. Yang benar saja. Apa yang sebenarnya Berlin pikirkan? Ia akan luluh dengan rayuan manis wanita itu? Tidak akan. Mungkin dulu Shaka akan dengan mudah memaafkan karena pada dasarnya saat ia mempunyai komitmen dengan wanita, ia akan menggenggam erat wanitanya. Ia melakukan itu dengan harapan jika ada badai sebesar apa pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN